Google Didesak Akhiri Proyek di Tiongkok

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, mendesak Google untuk mengakhiri proyek pengembangan aplikasi mesin pencari di Tiongkok, Dragonfly. Desakan ini menjadi bagian dari senjata pemerintahan Donald Trump dalam perang dagang melawan Tiongkok.Google berniat masuk kembali ke Tiongkok setelah diblokir pada 2010. Perusahaan teknologi yang berbasis di California, AS, itu akan mengembangkan proyek Dragonfly yaitu mesin pencarian yang dilengkapi alat sensor kata-kata sensitif.Pence mengatakan para pemimpin bisnis saat ini berpikir dua kali sebelum masuk ke pasar Tiongkok, jika itu berarti menyerahkan kekayaan intelektual mereka atau mendukung penindasan Beijing.“Lebih banyak yang harus meniru. Sebagai contoh, Google harus secepatnya mengakhiri pengembangan aplikasi Dragonfly yang akan memperkuat sensor Partai Komunis dan membahayakan privasi para pelanggan Tiongkok,” kata Pence di Institut Hudson, Kamis (4/10).Rekomendasi Pence disampaikan di tengah kritik luas tentang apa yang disebut AS sebagai penindasan domestik Tiongkok dan agresi internasional.Dalam wawancara baru-baru ini, pakar kebijakan Tiongkok, Michael Pillsbury, menyatakan raksasa teknologi Google sangat malu atas kebocoran proyek Dragonfly yang menunjukkan rencana perusahaan itu untuk meluncurkan mesin pencari di Tiongkok.Proyek mesin pencari di Tiongkok itu sudah dikembangkan sejak musim semi 2017 dan dipercepat pada Desember 2017, menyusul pertemuan antara CEO perusahaan Sundar Pichai dan para pejabat tinggi pemerintah Tiongkok.Tim teknis Google telah menciptakan aplikasi khusus bernama Maotai dan Longfei, yang telah didemonstrasikan untuk para pejabat Tiongkok dan bisa diluncurkan dalam kurun 6-9 bulan.Menurut Pillsbry, delapan tahun lalu, pendiri Google, Sergey Brin menerima pujian karena menolak berbisnis dengan pemerintah Tiongkok. Itu menjadi keputusan yang tampaknya telah benar-benar terbalik.“Maju cepat delapan tahun dan Google telah membalik dirinya, tapi dilakukan secara diam-diam,” kata Pillsbury.Menurutnya, proyek Dragonfly itu awalnya hanya diketahui sejumlah kecil pegawai saja. “Saya benci mengatakan ini skandal, tapi kita menggunakan kata-kata itu terlalu banyak di Washington, namun ini persoalan yang berkembang di Google,” ujar Pillsbury.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

20 + 17 =