Trump Tolak Berkompromi Soal Anggaran Tembok Meksiko

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak berkompromi atas permintaannya untuk anggaran tembok di sepanjang perbatasan Selatan Meksiko. Trump menyatakan tidak pernah berpikir untuk mengurangi tuntutan dana US$ 5,6 miliar (Rp 79 triliun), bahkan mengancam akan mengumumkan situasi darurat nasional.Komentar Trump disampaikan di awal pekan ketiga penutupan sebagian pemerintah yang menyebabkan sekitar 800.000 pekerja federal menganggur atau tidak menerima bayaran. Mick Mulvaney, kepala staf baru Trump, sebelumnya memperkirakan penutupan itu akan berjalan lebih lama.Demokrat telah menolak untuk menyetujui tuntutan Trump termasuk lewat ketua DPR yang baru Nancy Pelosi. Pekan lalu, Pelosi meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk membuka kembali pemerintah tanpa anggaran dinding. Dia menyebut perbatasan itu tidak bermoral.Dinding perbatasan adalah salah satu janji kunci dari kampanye Trump tahun 2016. Dia mengklaim Meksiko akan membayarnya, tapi tidak pernah diakui oleh negara itu.“Kita harus membangun tembok. Ini masalah keselamatan, ini tentang keamanan negara kita. Kita tidak punya pilihan, ini pertempuran sangat penting untuk dimenangkan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Minggu (6/1) sebelum pergi mengikuti retret di Camp David.“Penghalang, atau dinding, bisa dari baja bukan beton, jika itu menolong orang. Itu akan lebih baik,” tambahnya.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

eight + 1 =