Presiden Sri Lanka Tolak Desakan Mundur

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, menolak desakan mundur dari jabatannya karena mengabaikan laporan intelijen terkait ancaman serangan bom Paskah yang menewaskan sekitar 250 orang dan melukai 500 orang.Pemerintah Sri Lanka mendapat kecaman karena dianggap lalai mengantisipasi laporan intelijen mengenai rencana serangan bom yang telah disampaikan 9 hari sebelum peristiwa serangan bom Paskah, pada 21 April 2019, di sejumlah gereja dan hotel mewah.Maithripala Sirisena menyalahkan para pejabat pertahanan dan menteri terkait karena gagal menindaklanjuti peringatan serangan teroris itu.“Menteri Pertahanan Hemesiri Fernando dan Inspektur Jenderal Polisi Pujith Jayasundara telah bertindak ceroboh, lalai, dan tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas mereka karena berpikir bahwa kejadian semacam itu tidak akan benar-benar terjadi,” kata Maithripala Sirisena, di Kolombo, Senin (29/4/2019).Hemesiri Fernando akhirnya mundur pekan lalu, namun Pujith Jayasundara menolak mundur meskipun Maithripala Sirisena telah menunjuk penggantinya. Maithripala Sirisena mengklaim Pujith Jayasundara telah mundur dan telah menunjuk Wakil Inspektur Jenderal Chandana Wickramaratne sebagai pejabat kepala polisi. Tapi Pujith Jayasundara membantah telah mengirimkan surat pengunduran diri dan tetap berada di kediamannya.Maithripala Sirisena mengaku tidak pernah diberitahu tentang informasi akan kemungkinan serangan mengerikan itu di Sri Lanka. Dia mengaku sedang berada di luar negeri untuk liburan pribadi saat peringatan memo akan kemungkinan serangan itu dikirimkan kepada menteri pertahanan dan para kepala polisi.Maithripala Sirisena juga membantah kritik bahwa pertikaian politiknya dengan Perdana Menteri (PM) Ranil Wickremesinghe telah menciptakan kekosongan pemerintah sehingga membuka peluang akan terjadinya serangan teroris.“Saat berbicara keamanan nasional, tidak ada perbedaan partai, perbedaan agama, atau perbedaan ras antara kita sebagai rakyat Sri Lanka. Saat ini, saya bersama perdana menteri, kami semua bekerja sebagai satu kesatuan, untuk memastikan negara terlindungi,” ujar Maithripala Sirisena.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

twenty + eleven =