Ungkit “Rangkap Jabatan” Ma’ruf, BW Diminta Berkaca

Pengamat Politik Ray Rangkuti mempertanyakan sikap Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi yang mempersoalkan jabatan calon wakil presiden Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Pengawas di BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah.Menurut Ray, sah-sah saja sebenarnya Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi mempermasalahkan jabatan Ma’ruf-Amin, tetapi mereka juga harus sadar akan posisi jabatan Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW).Pasalnya, BW juga masih menjabat sebagai anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI.”Secara moral mereka juga perlu diselidiki. Kenapa BW tidak dengan tegas memisahkan posisi lawyer dengan TGUPP di DKI,” ujar Ray dalam diskusi bertajuk “Bedah Sidang Perdana MK: Menakar Peluang Prabowo” di Kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta, Minggu (15/6/2019).Ray menyatakan dia mengapresiasi patokan moral yang diklaim menjadi salah satu dasar Prabowo-Sandi dalam membuat permohonan sengketa pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, sebelum menuntut pihak lain menggunakan patokan moral, patokan tersebut harus sudah diterapkan oleh Prabowo-Sandi dan timnya, khususnya BW.”Nah, pertanyaannya, kalau pakai dasar moral, mengapa BW tidak berhenti saja jadi TGUPP di DKI, dan jadi lawyer Prabowo-Sandi? Itu baru fair, apalagi ketika mereka persoalkan status Cawapres Ma’ruf Amin di permohonannya,” tandas dia.Menurut Ray, hal yang sama juga ketika Prabowo-Sandi menuduh paslon 01 Jokowi-Ma’ruf melakukan kecurangan dan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Menurut Ray, kecurangan TSM juga terbuka kemungkinan dilakukan oleh Prabowo-Sandi.”Makanya perlu diperiksa juga Prabowo-Sandi, apakah mereka jujur dan adil selama proses pemilu sehingga meraih suara dengan jumlah seperti itu,” ungkap dia.Bahkan Ray menduga perolehan Prabowo-Sandi hingga 68 juta suara bukan karena program dan visi-misi mereka selama kampanye, tetapi karena menguatnya politisasi isu SARA dan politik identitas.”Jangan-jangan pemohon juga menggunakan cara yang sama untuk meraih suaranya. Kalau tidak pakai isu itu, jangan-jangan hasil suaranya di bawah itu sebetulnya,” pungkas Ray.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

2 × five =