Wall Street Anjlok Akibat Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19

Bursa Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (11/6/2020). Pelaku pasar Wall Street khawatir akan meningkatnya kasus virus corona di beberapa negara bagian yang melonggarkan lockdown. Saham-saham yang biasanya menguat seiring pembukaan kembali aktivitas ekonomi, berbalik melemah.Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 6,9 persen ke 25182,17. Indeks S&P 500 turun 5,9 persen ke 3002,1. Nasdaq turun 5,3 persen ke 9492,73.”Psikologi pasar sedang diuji kembali hari ini. Sentimen sekarang saat ini pasar menguat terlalu cepat. Faktanya, virus ini akan bertahan lama, lebih dari yang diantisipasi pasar sebelumnya,” kata Dan Deming dari KKM Financial, kepada CNBC.Saham maskapai, kapal pesiar dan ritel yang biasanya menguat, kini berbalik memimpin pelemahan. United Airlines, Delta, American dan Southwest turun lebih dari 11 persen. Carnival dan Norwegian Cruise Line turun 15,3 persen masing-masing. Gap turun 8,1 persen dan Kohl’s turun 11,2 persen.Pembukaan kembali aktivitas ekonomi membuat kasus positif Covid-19 bertambah. Texas mencatat rekor pasien Covid-19 dalam tiga hari berturut-turut. Sebanyak sembilan kabupaten/kota di California juga melaporkan lonjakan kasus.Dennis DeBusschere, analis Evercore ISI, mengatakan kebijakan monter the Fed tidak akan sanggup menahan gelombang kedua Covid-19. “Meningkatnya kasus di Texas dan California dan kekhawatiran akan naiknya kasus akibat gelombang demonstrasi belakangan ini, serta risiko pelemahan ekonomi yang berkepanjangan, membuat S&P jatuh,” kata dia.Kasus Covid-19 di AS telah menembus angka 2 juta, menurut data dari Johns Hopkins University.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

12 − 11 =