Studi: Murah hati dan Berbagi Dapat Membuat Panjang Umur

Berbuat baik dengan berbagi ternyata dapat membuat panjang umur. Studi terbaru menganalisis hubungan antara murah hati dan berbagi kekayaan dengan harapan hidup atau lama usia seseorang.Studi yang baru saja dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Science tersebut menemukan hubungan antara berbagi kekayaan dengan lamanya masa hidup seseorang. Penelitian ini mendefinisikan berbagi kekayaan meliputi uang, rumah, penghasilan, dan juga waktu antargenerasi seperti dari orang tua pada anak atau sebaliknya.Peneliti menemukan berbagi berarti juga memiliki hubungan sosial yang kuat.Di negara yang memiliki budaya berbagi kekayaan turun temurun, orang-orang di wilayah tersebut punya umur yang lebih panjang. Kelangsungan hidup 50 persen lebih tinggi pada orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat dibandingkan dengan orang yang memiliki ikatan sosial yang rendah atau bahkan tanpa ikatan sosial sama sekali.Negara di Eropa Barat dan Jepang menempati peringkat tertinggi dalam berbagi sumber daya dan tingkat kematian yang rendah. Prancis dan Jepang merupakan negara dengan risiko kematian terendah dengan transfer kekayaan rata-rata tertinggi di dunia. Dua negara ini berbagi 68 persen pendapatan seumur hidup mereka.Sedangkan di China dan Turki, yang berbagi 44-48 persen pendapatan seumur hidup mereka, memiliki risiko kematian dua kali lipat.Negara-negara di Amerika Selatan juga termasuk dalam peringkat tinggi karena berbagi lebih dari 60 persen pendapatan individu.Sebaliknya, negara di Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara–termasuk Indonesia, merupakan negara dengan orang yang paling tidak dapat berbagi bagian dari pendapatan seumur hidup mereka. Karena itu diprediksi mengalami masa hidup atau umur yang lebih pendek.Pada masa pandemi ini, peneliti menyarankan untuk dapat berbagi hal kecil seperti waktu dengan orang yang disayangi untuk membuat panjang umur.”Kami menyarankan bahwa dukungan dapat mengurangi kematian dengan memenuhi kebutuhan materi yang mendesak, tetapi juga bahwa berbagi kemurahan hati dapat mencerminkan kekuatan keterhubungan sosial, yang dengan sendirinya bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia dan secara tidak langsung meningkatkan kelangsungan hidup,” tulis peneliti, dikutip dari CNN.Studi ini sejalan dengan laporan kebahagiaan dunia atau World Happiness Report dari PBB. Kemurahan hari dan harapan hidup merupakan bagian dari enam variabel untuk mengukur kebahagiaan.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

fourteen − 5 =