Taliban Kecam Serangan Udara AS di Afghanistan yang Tewaskan Korban Sipil

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengecam serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan tersangka pelaku bom bunuh diri di Kabul sehingga menewaskan korban sipil. Taliban juga menyesalkan AS tidak memberitahu mereka lebih dulu sebelum melancarkan serangan udara itu.
Zabihullah Mujahid hari ini mengatakan kepada stasiun televisi Cina CGTN, ada tujuh orang yang terbunuh dalam serangan drone itu. Menurut dia aksi AS di negara asing itu melanggar hukum.
“Kalau ada potensi ancaman di Afghanistan, seharusnya hal tersebut dilaporkan kepada kami, bukan melakukan penyerangan dan menimbulkan korban sipil,” ucap Mujahid dalam pernyataan tertulis kepada CGTN.
Pejabat Pentagon mengatakan pelaku bom mobil bunuh diri sudah mempersiapkan penyerangan di bandara Kabul saat AS sedang berada di tahap akhir penarikan pasukan dari Afghanistan. ISIS-K, kelompok cabang ISIS di Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok ini menyebut pihak Barat dan Taliban adalah musuh mereka.
Komando Pusat AS mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan adanya korban sipil dari serangan drone tersebut.
“Kami tahu ada akibat besar dan kehancuran pada kendaraan tersebut dari ledakan setelahnya, menandakan jumlah bahan peledak yang banyak di dalamnya dan kemungkinan adanya korban tambahan,” ucap Komando Pusat AS, seperti dilansir dari laman AlArabiya News, Senin (30/8).
Mujahid sebelumnya juga mengecam serangan drone AS pada Sabtu yang membunuh dua militan ISIS di provinsi timur Nangarhar. Dia mengatakan ada dua perempuan dan satu anak yang terluka dalam penyerangan tersebut.

Share this on

Tentang Pengarang

KOMENTAR

four × 2 =